KENDARI – Universitas Mandala Waluya, melalui Lembaga Pers Mahasiswa (LPM Lembaga), menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang meriah pada Sabtu dan Minggu, 12-13 April 2026. Acara yang berlangsung di lapangan olahraga utama kampus dan aula serbaguna ini menghadirkan puluhan cabang olahraga serta pertunjukan seni budaya dari berbagai organisasi mahasiswa di universitas tertua di Sulawesi Tenggara itu.
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 1.200 mahasiswa dari semua fakultas ini mencerminkan komitmen Universitas Mandala Waluya dalam mengembangkan potensi mahasiswa di luar ruang kelas. Festival tahunan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menampilkan prestasi, kreativitas, dan semangat kebersamaan yang selama ini mereka kembangkan dalam berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM).
“Kami memandang festival ini bukan hanya sekadar hiburan semata, melainkan bagian integral dari proses pembentukan karakter mahasiswa,” ujar Dr. Bambang Suryanto, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam acara pembukaan pada Sabtu pagi (12/4). Rektor yang telah memimpin universitas selama enam tahun ini menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan pengembangan soft skills melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Partisipasi Luas dari Seluruh Fakultas
Pantas dicatat bahwa festival kali ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal partisipasi. Data dari panitia menunjukkan bahwa jumlah peserta meningkat 40 persen dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun lalu. Seluruh delapan fakultas yang ada di Universitas Mandala Waluya – mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, hingga Fakultas Pertanian – mengirimkan delegasi peserta mereka.
Kompetisi olahraga yang digelar mencakup cabang-cabang yang beragam, antara lain futsal, bola voli, bola basket, badminton, tenis meja, sepak bola, atletik, catur, dan pencak silat. Setiap fakultas berlomba keras untuk meraih prestasi tertinggi, menciptakan suasana kompetisi yang sehat namun tetap penuh antusiasme.
“Tim futsal kami sudah bersiap sejak tiga bulan lalu. Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Teknik tidak hanya pintar dengan angka dan rumus, tetapi juga bisa bersaing di bidang olahraga. Festival ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan itu,” kata Rizki Pratama, ketua tim futsal Fakultas Teknik, dengan semangat yang membara.
Pertunjukan Seni Budaya yang Memukau
Tidak kalah meriah adalah pertunjukan seni budaya yang memenuhi agenda festival. Panggung utama aula serbaguna dipadati dengan pertunjukan beragam, mulai dari tarian tradisional Sulawesi Tenggara, paduan suara, band musik, teater, hingga fashion show. Setiap pertunjukan dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya lokal sekaligus kreativitas modern dari mahasiswa.
Salah satu pertunjukan yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan dari UKM Tari Tradisional Kampus yang menampilkan rangkaian tarian dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Sulawesi. Gerakan yang penuh makna dan kostum yang menawan membuat penonton terpesona setiap kali penari melangkahkan kaki di atas panggung.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa muda masih peduli dengan pelestarian budaya tradisional. Meskipun kami adalah generasi digital, semangat untuk menjaga warisan budaya nenek moyang tetap menyala dalam hati kami,” ungkap Siti Nurhaliza, koordinator UKM Tari Tradisional, dengan mata berbinar.
Selain tarian, pertunjukan musik juga menjadi highlight festival. Beberapa band lokal yang terdiri dari mahasiswa Universitas Mandala Waluya memainkan lagu-lagu original dan cover yang membuat penonton larut dalam irama musik. Energi yang dipancarkan para musisi tersebut menular kepada seluruh penonton yang memadati area depan panggung.
Peran LPM Lembaga dalam Koordinasi
LPM Lembaga, sebagai lembaga pers mahasiswa Universitas Mandala Waluya, memiliki peran strategis dalam meliput sekaligus mempromosikan kegiatan festival ini. Selain menghasilkan liputan jurnalistik yang komprehensif melalui website, media sosial, dan publikasi cetak, LPM Lembaga juga terlibat langsung dalam panitia penyelenggaraan acara.
“Sebagai lembaga pers, tanggung jawab kami tidak hanya meliput, tetapi juga memastikan informasi mengenai festival ini dapat diakses oleh semua pihak dengan mudah. Kami telah mempersiapkan tim liputan yang tersebar di berbagai lokasi acara untuk menangkap momen-momen terbaik,” jelas Dina Wijayanti, Kepala Redaksi LPM Lembaga, dalam wawancara dengan penulis.
Tim LPM Lembaga yang terdiri dari lebih dari 50 anggota aktif telah bekerja selama berminggu-minggu untuk persiapan. Mulai dari brainstorming konsep, koordinasi dengan berbagai UKM, pengelolaan media sosial, hingga peliputan langsung di lapangan, semua dilakukan dengan profesional.
Dukungan Administrasi dan Fasilitas
Kesuksesan festival ini juga tak terlepas dari dukungan penuh dari pihak administrasi universitas. Rektorat, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, dan berbagai dinas terkait memberikan fasilitas terbaik untuk kelancaran acara. Lapangan olahraga utama yang baru direnovasi pada tahun 2024 menjadi venue utama yang sempurna, dilengkapi dengan sistem pencahayaan modern dan sound system berkualitas tinggi.
“Kami percaya bahwa investasi pada infrastruktur untuk mendukung kegiatan mahasiswa adalah investasi pada masa depan universitas. Mahasiswa yang sehat, bahagia, dan berprestasi adalah aset berharga bagi institusi kami,” kata Dr. Ir. Hendra Suryawan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, dalam salah satu sesi pembukaan pertunjukan seni.
Dampak Positif bagi Pengembangan Mahasiswa
Para ahli pengembangan pendidikan sepakat bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti festival ini memberikan dampak signifikan bagi pengembangan holistik mahasiswa. Selain meningkatkan skill dan bakat mereka, kegiatan semacam ini juga membangun soft skills seperti kerja sama tim, kepemimpinan, manajemen waktu, dan komunikasi.
Dr. Siti Rahayu, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang juga meneliti dinamika mahasiswa, memberikan perspektif akademis. “Festival seperti ini adalah laboratory sosial bagi mahasiswa. Mereka belajar bernegosiasi, mengatasi konflik, dan bekerja dalam tim dengan tujuan bersama. Semua ini sangat penting untuk mempersiapkan mereka menjadi profesional yang kompeten dan berkarakter di masa depan,” jelasnya.
Kesempatan networking juga menjadi salah satu dampak positif yang sering terlewatkan. Melalui festival ini, mahasiswa dari berbagai fakultas dan tingkat akademik memiliki kesempatan untuk saling mengenal, membangun relasi, dan bahkan kolaborasi dalam proyek-proyek bersama di masa mendatang.
Tantangan dan Pembelajaran
Meskipun festival berjalan lancar, panitia juga menghadapi beberapa tantangan dalam pelaksanaan. Cuaca yang tidak stabil pada hari pertama sempat mengganggu beberapa pertunjukan outdoor, namun dengan cepat tim panitia dapat mengatasinya dengan menggeser jadwal acara.
“Kami belajar banyak dari pengalaman ini. Tahun depan, kami akan lebih matang dalam melakukan analisis risiko dan contingency planning,” kata Ahmad Fauzan, ketua panitia festival, dalam evaluasi akhir acara.
Rencana Keberlanjutan dan Visi Masa Depan
Momentum positif dari festival ini membuat berbagai pihak berpikir tentang keberlanjutan. Beberapa usulan telah masuk untuk menjadikan festival sebagai acara tahunan yang lebih prestisius, bahkan dengan melibatkan mahasiswa dari universitas lain di Sulawesi Tenggara.
“Kami ingin Universitas Mandala Waluya dikenal tidak hanya sebagai pusat akademik yang cemerlang, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan pengembangan bakat mahasiswa. Festival ini adalah langkah awal menuju visi tersebut,” ungkap Rektor Bambang Suryanto dalam pidato penutup festival.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 Universitas Mandala Waluya telah meninggalkan kesan mendalam bagi semua peserta dan penonton. Dengan partisipasi yang luas, pertunjukan berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak, festival ini membuktikan bahwa universitas di Kendari ini berkomitmen untuk mengembangkan mahasiswa secara holistik.
Saat acara ditutup pada Minggu sore (13/4) dengan upacara penutupan yang meriah dan penyerahan piala kepada para juara, seluruh peserta yang berkeringat dan lelah namun tersenyum meninggalkan venue dengan kepuasan dan kebanggaan. Mereka telah menunjukkan kepada kampus bahwa mahasiswa Universitas Mandala Waluya tidak hanya cerdas, tetapi juga berbakat, kreatif, dan memiliki semangat yang membara untuk berprestasi di berbagai bidang.
Festival ini diharapkan akan menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang dan menginspirasi generasi mahasiswa mendatang untuk terus berinovasi, berkreasi, dan menampilkan yang terbaik dari diri mereka di tengah dinamika kehidupan akademis yang menantang.
—
Panjang artikel: 1.847 kata