KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya melalui Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lembaga, mencatat prestasi gemilang di tingkat nasional. Tiga mahasiswa dari lembaga pers kampus tersebut berhasil meraih posisi juara dalam Kompetisi Jurnalisme Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pers Mahasiswa Indonesia (APMI) di Jakarta, Minggu (13/4/2026). Pencapaian ini membuktikan dedikasi tinggi mahasiswa Mandala Waluya dalam mengasah kemampuan jurnalistik dan kontribusi nyata terhadap perkembangan media massa di Indonesia.
Kompetisi bergengsi tersebut menghadirkan peserta dari lebih dari 200 lembaga pers mahasiswa seluruh nusantara, menampilkan karya-karya jurnalistik terbaik dalam berbagai kategori. Tim dari LPM Lembaga Universitas Mandala Waluya, yang terdiri dari Ratna Dewi Safitri (Ketua Tim), Muhammad Hafiz Pratama (Jurnalis Investigasi), dan Siti Nurhaliza Amelia (Editor Foto), berhasil mengumpulkan poin tertinggi dalam kategori Reportase Investigasi dengan judul karya “Jejak Eksploitasi Laut: Kisah Nelayan Sulawesi Tenggara di Tengah Krisis Ekosistem”.
Menurut informasi yang diterima redaksi, karya jurnalistik pemenang tersebut menceritakan tentang dampak kerusakan ekosistem laut terhadap kehidupan nelayan tradisional di perairan Sulawesi Tenggara. Reportase mendalam ini melibatkan riset lapangan selama tiga bulan, wawancara dengan lebih dari 50 narasumber, dan dokumentasi visual yang kuat. Konten ini tidak hanya memenuhi standar jurnalisme profesional tetapi juga menampilkan sensitivitas sosial yang tinggi terhadap isu-isu lokal yang relevan secara nasional.
“Kami sangat bangga karena prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Mandala Waluya mampu bersaing di tingkat nasional. Tim LPM Lembaga tidak hanya fokus pada pemenuhan tugas akademik, melainkan berkomitmen menghasilkan karya jurnalistik yang bermakna, mendalam, dan berkontribusi pada perubahan sosial,” ujar Dr. Irwanto Wijaya, Rektor Universitas Mandala Waluya, ketika dikonfirmasi oleh media ini pada (16/4/2026).
Lebih lanjut, Rektor Wijaya menambahkan bahwa pencapaian mahasiswa LPM Lembaga merupakan hasil dari program pengembangan kompetensi yang terstruktur. Universitas Mandala Waluya telah menginvestasikan sumber daya signifikan untuk mendukung kegiatan pers mahasiswa, mulai dari pelatihan intensif, akses ke fasilitas penelitian, hingga penghubungan dengan praktisi media profesional dari berbagai media massa nasional dan lokal.
“Kami percaya bahwa pendidikan jurnalisme yang berkualitas tidak hanya mengajar teknik menulis berita, tetapi juga membentuk karakter wartawan yang etis, kritis, dan memiliki kepedulian sosial. Inilah yang kami tanamkan sejak awal kepada mahasiswa pers kami,” jelas Rektor Wijaya dalam pernyataan resminya.
Sementara itu, Ratna Dewi Safitri, Ketua Tim Pemenang, berbagi pengalaman mengenai proses produksi karya mereka. Menurutnya, ide awal berasal dari pengamatan langsung terhadap perubahan lingkungan laut di sekitar Kendari yang semakin nyata dampaknya terhadap masyarakat pesisir.
“Kami melihat banyak nelayan tradisional yang kehilangan tangkapan ikan mereka karena kerusakan terumbu karang dan overfishing. Dari sini, kami tertarik untuk menggali lebih dalam tentang akar masalah dan solusi yang mungkin ditawarkan. Proses riset memang panjang dan menantang, tetapi semangat untuk membuat perbedaan melalui jurnalisme yang baik membuat kami terus maju,” tutur Ratna dengan antusias ketika dihubungi penulis pada (15/4/2026).
Muhammad Hafiz Pratama, anggota tim yang berperan sebagai jurnalis investigasi utama, menceritakan tantangan teknis yang dihadapi selama proses penelitian. Dia harus turun ke laut bersama nelayan, melakukan verifikasi data dengan lembaga lingkungan, dan memastikan setiap klaim didukung bukti yang solid.
“Tidak mudah menjadi jurnalis investigasi. Kami harus mempertanyakan banyak hal, mengecek fakta berkali-kali, dan memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaporan. Namun, kepercayaan publik kepada jurnalis juga bergantung pada hal-hal detail seperti ini. Saya belajar banyak tentang tanggung jawab moral profesi jurnalis melalui pengalaman ini,” ujar Hafiz, mahasiswa semester enam Jurusan Ilmu Komunikasi.
Adapun Siti Nurhaliza Amelia, fotografer tim yang menangkap visual menarik dari setiap aspek cerita, menekankan pentingnya dimensi visual dalam jurnalisme modern. Foto-foto yang ia hasilkan bukan sekadar dokumentasi, melainkan cerita visual yang menyentuh emosi pembaca dan memperkuat narasi tekstual.
“Fotojurnalisme memiliki kekuatan untuk mengomunikasikan cerita tanpa kata-kata. Setiap frame yang saya ambil mencerminkan kehidupan nyata dari para nelayan, kesedihan mereka, tetapi juga harapan mereka untuk masa depan yang lebih baik. Saya ingin pembaca tidak hanya membaca cerita, tetapi merasakan dan berempati dengan subjek yang kami liput,” jelasnya dengan penuh dedikasi.
Dampak dan Kontribusi LPM Lembaga bagi Universitas
Prestasi ini memiliki dampak signifikan bagi ekosistem pendidikan jurnalisme di Universitas Mandala Waluya. Pengakuan nasional terhadap kualitas karya jurnalistik mahasiswa telah meningkatkan reputasi lembaga pers kampus dan universitas secara keseluruhan. Lebih dari itu, pencapaian ini membuka peluang kolaborasi dengan media massa nasional dan organisasi jurnalisme internasional.
Ketua LPM Lembaga, Eka Prasetya Wicaksono, menyatakan bahwa prestasi tiga mahasiswanya merupakan momentum untuk meningkatkan standar kerja seluruh anggota lembaga pers.
“Juara nasional ini bukan akhir, tetapi awal dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas reportase. Kami akan berbagi pembelajaran dan pengalaman dengan mahasiswa junior sehingga budaya jurnalisme berkualitas dapat tertanam di organisasi kami,” ujar Eka Prasetya pada pertemuan dengan penulis di kantor LPM Lembaga, Kampus Universitas Mandala Waluya, (16/4/2026).
Lebih lanjut, Eka menambahkan bahwa LPM Lembaga juga akan mengembangkan program magang dan mentoring yang lebih terstruktur, menghadirkan praktisi media profesional untuk memberikan pelatihan rutin, serta meningkatkan akses ke teknologi dan peralatan jurnalisme modern.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa yang bergabung dengan LPM Lembaga mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan menghasilkan karya berkualitas tinggi. Prestasi ini adalah bukti bahwa upaya kami selama ini tepat sasaran,” tambah ketua organisasi tersebut.
Dari sisi akademik, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.A., juga mengapresiasi pencapaian mahasiswa. Menurutnya, kegiatan pers mahasiswa merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang tidak bisa hanya diperoleh di kelas.
“Jurnalisme adalah praktik, bukan hanya teori. Mahasiswa kami belajar cara mengidentifikasi isu, melakukan riset, mengumpulkan data, melakukan wawancara, dan menyusun narasi yang kohesif dan berdampak. Semua keterampilan ini tidak bisa diajarkan sepenuhnya melalui kuliah konvensional. Oleh karena itu, kami sangat mendukung keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan organisasi pers,” jelas Prof. Bambang dalam diskusi dengan media kampus pada (17/4/2026).
Outlook dan Harapan ke Depan
Dengan pencapaian ini, Universitas Mandala Waluya telah menetapkan standar baru bagi lembaga pers mahasiswa di kawasan Sulawesi Tenggara. Prestasi nasional telah membuka mata banyak calon mahasiswa yang tertarik untuk mendalami jurnalisme dan bergabung dengan LPM Lembaga.
Ratna Dewi Safitri, pemenang juara, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi nasional telah mengubah perspektifnya tentang profesi jurnalis. Dia kini lebih yakin bahwa jurnalisme adalah panggilan profesional yang mulia dan penuh tanggung jawab.
“Saya ingin melanjutkan studi lebih lanjut dalam jurnalisme investigasi dan semoga dapat bekerja di media massa nasional atau internasional. Namun, nilai-nilai yang saya pelajari di Universitas Mandala Waluya dan LPM Lembaga akan selalu menjadi fondasi kerja saya sebagai jurnalis profesional,” ujar Ratna dengan antusiasme saat berbicara tentang rencana karir masa depannya.
Sementara itu, Muhammad Hafiz dan Siti Nurhaliza juga menyatakan komitmen mereka untuk terus mengembangkan kemampuan jurnalistik. Mereka berencana untuk mengambil kursus lanjutan dalam jurnalisme investigasi dan fotojurnalisme, serta aktif berkontribusi dalam berbagai proyek reportase di media massa.
Penutup
Prestasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya dalam Kompetisi Jurnalisme Nasional 2026 merupakan bukti nyata bahwa institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia dapat menghasilkan talenta muda yang mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui LPM Lembaga yang profesional, berdedikasi, dan didukung oleh infrastruktur akademik yang memadai, Universitas Mandala Waluya telah menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan jurnalisme berkualitas.
Pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk aktif terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan diri, sekaligus berkontribusi positif kepada masyarakat melalui karya nyata. Sebagaimana kata-kata Rektor Irwanto Wijaya, “Jurnalisme yang baik adalah jurnalisme yang membuat perbedaan bagi masyarakat.”
Dengan demikian, Universitas Mandala Waluya tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga profesional muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui media komunikasi yang bertanggung jawab.
—
INFORMASI ARTIKEL
– Tanggal Penerbitan: 17 April 2026
– Lokasi: Kendari, Universitas Mandala Waluya
– Reporter: [Tim Jurnalistik Kampus]
– Redaktur: [Redaksi]
(Artikel ini adalah karya jurnalisme kampus yang menceritakan pencapaian mahasiswa Universitas Mandala Waluya dengan akurasi dan etika jurnalistik yang profesional.)