Kendari – Universitas Mandala Waluya mencatat prestasi gemilang pada tahun akademik 2025/2026. Tim mahasiswa dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM Lembaga) dan Program Studi Teknik Informatika berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Asia Tenggara (ITATE) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026. Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi universitas dalam meningkatkan prestise akademik di tingkat internasional.
Perjalanan Menuju Podium Tertinggi
Tim pemenang yang terdiri dari empat mahasiswa Universitas Mandala Waluya berhasil mengalahkan 47 tim dari berbagai negara di Asia Tenggara dengan menghadirkan inovasi platform digital bernama “EcoHub Indonesia.” Platform tersebut dirancang khusus untuk membantu petani lokal di Indonesia dalam mengakses pasar digital dengan lebih efisien dan menguntungkan.
Proyek ini melibatkan riset mendalam selama enam bulan. Menurut ketua tim, Muhammad Rizki Pratama, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Teknik Informatika, ide awal muncul dari permasalahan nyata yang dihadapi petani di Sulawesi Tenggara, khususnya Kendari dan sekitarnya.
“Kami melihat potensi besar dari sektor pertanian, tetapi kurangnya akses terhadap teknologi digital membuat petani lokal kesulitan untuk memperluas pasar mereka. Dari sana, kami memulai riset dan mengembangkan solusi EcoHub Indonesia,” tutur Rizki dalam wawancara di kantor LPM Lembaga, Senin (11 April 2026).
Selain Rizki, tim ini terdiri dari Siti Nurhaliza (mahasiswa Teknik Informatika semester 7), Fahmi Kurniawan (mahasiswa Sistem Informasi semester 6), dan Ayu Rahmawati (mahasiswa Manajemen semester 8). Keempat individu dengan latar belakang berbeda ini berhasil mengintegrasikan keahlian mereka menjadi sebuah solusi komprehensif yang dinilai inovatif oleh para juri internasional.
Platform EcoHub Indonesia menawarkan fitur-fitur canggih mulai dari sistem manajemen inventori real-time, konektivitas langsung dengan pembeli di tingkat nasional, hingga layanan pembayaran digital yang aman dan terjangkau. Uniknya, platform ini dirancang dengan antarmuka yang user-friendly, mengingat mayoritas pengguna target merupakan petani dengan literasi digital terbatas.
Perjalanan Kompetisi yang Menantang
Perjalanan menuju Bangkok tidaklah mulus. Tim harus melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat, mulai dari penyaringan proposal tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dilanjutkan dengan babak semifinal yang melibatkan presentasi langsung kepada panel ahli internasional.
Fahmi Kurniawan mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi timnya. “Kompetitor kami bukan hanya dari universitas ternama, tetapi juga dari startup dan lembaga penelitian yang sudah memiliki pendanaan besar. Kami harus lebih kreatif dan fokus pada solusi yang benar-benar memberikan dampak sosial ekonomi nyata,” jelasnya.
Persiapan intensif dilakukan selama dua bulan terakhir sebelum kompetisi. Tim melakukan presentasi berkali-kali di hadapan dosen pembimbing, rektor universitas, hingga CEO startup lokal untuk mendapatkan masukan berharga. Mereka juga melakukan validasi produk langsung ke petani di beberapa desa di sekitar Kendari untuk memastikan solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Ini bukan sekadar kompetisi teknologi biasa. Para penilai sangat memperhatikan aspek dampak sosial dan keberlanjutan dari setiap inovasi. Kami beruntung karena tim kami sejak awal fokus pada problem-solving yang beorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” tutur Siti Nurhaliza.
Dukungan Penuh dari Institusi
Pencapaian spektakuler ini tentu tidak terlepas dari dukungan penuh dari pihak universitas. Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Pd., menyatakan kebanggaannya atas prestasi mahasiswa ini.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Universitas Mandala Waluya. Kami telah lama berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem akademik yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga inovator yang mampu berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Pencapaian mahasiswa kami di ITATE 2026 membuktikan bahwa visi kami mulai terwujud,” ujar Prof. Bambang dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Auditorium Utama Universitas Mandala Waluya, Senin pagi (11 April 2026).
Rektor juga mengumumkan bahwa universitas akan memberikan penghargaan berupa beasiswa prestasi senilai 100 juta rupiah yang akan dibagikan kepada seluruh anggota tim, serta dukungan pendanaan untuk pengembangan lebih lanjut dari EcoHub Indonesia.
“Kami percaya bahwa inovasi ini memiliki potensi komersial yang besar. Universitas siap mendampingi tim untuk mengembangkannya menjadi startup yang sustainable,” tambah Prof. Bambang.
Kepala Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, Mega Prastiwi, juga mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya, kesuksesan tim mencerminkan semangat kolaborasi dan kreativitas yang terus dikembangkan di internal LPM Lembaga.
“LPM Lembaga memang fokus pada aspek jurnalistik dan literasi media, tetapi kami juga mendukung mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai inisiatif kreatif lintas disiplin ilmu. Tim ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang jurusan dapat bersinergi menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ungkap Mega dalam pertemuan dengan tim pemenang.
Dampak bagi Ekosistem Akademik
Prestasi ini membawa dampak signifikan bagi Universitas Mandala Waluya. Pertama, visibilitas universitas di tingkat internasional meningkat drastis. Sebelum pencapaian ini, Universitas Mandala Waluya dikenal sebagai institusi pendidikan lokal yang solid, namun masih kurang mendapat perhatian di panggung regional dan internasional.
“Medali emas di kompetisi internasional ini akan meningkatkan kredibilitas universitas dan menarik perhatian calon mahasiswa berkualitas dari seluruh nusantara, bahkan mungkin dari luar negeri,” jelas Dr. Eka Saputra, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mandala Waluya.
Kedua, pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk mengikuti jejak mereka. Sudah ada beberapa tim mahasiswa lain dari universitas yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi internasional tahun depan, termasuk International Science Olympiad dan Global Startup Competition 2027.
Ketiga, universitas berencana untuk memperkuat program inkubasi bisnis dan research and development (R&D) untuk mendukung inovasi mahasiswa. Rencana ini sejalan dengan target universitas untuk menjadi research-intensive university pada tahun 2030.
“Kami akan membentuk Innovation Center yang khusus menangani ide-ide inovatif dari mahasiswa. Pusat ini akan difasilitasi dengan laboratorium modern, mentor bisnis, dan akses ke network investor,” ungkap Prof. Bambang dalam kesempatan yang sama.
Harapan Ke Depan
Tim pemenang sendiri memiliki rencana ambisius untuk masa depan. Mereka berencana untuk melanjutkan pengembangan EcoHub Indonesia dengan target untuk melayani minimal 10 ribu petani pada akhir tahun 2026. Langkah selanjutnya adalah meregistrasikan platform sebagai startup yang terlegalisir dan mencari pendanaan dari investor venture capital.
“Kami ingin membuktikan bahwa inovasi dari universitas lokal di daerah bukan hanya sekedar prestasi akademik, tetapi bisa menjadi solusi nyata yang mengubah kehidupan masyarakat. EcoHub Indonesia adalah awal dari perjalanan panjang kami,” tutup Ayu Rahmawati dengan penuh optimisme.
Para ahli industri teknologi juga merespons positif pencapaian ini. Direktur Asosiasi Fintech Indonesia, Taufiq Hidayat, mengatakan bahwa solusi yang dikembangkan mahasiswa Universitas Mandala Waluya memiliki potensi disruptif di sektor pertanian digital.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak inovator seperti tim ini yang memahami permasalahan lokal dan mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan konteks Indonesia. Saya yakin EcoHub Indonesia akan menjadi unicorn Indonesia berikutnya,” ujar Taufiq dalam pernyataan tertulis.
Penutup
Pencapaian mahasiswa Universitas Mandala Waluya di Kompetisi Inovasi Teknologi Asia Tenggara 2026 menandai era baru bagi institusi pendidikan di Kendari. Lebih dari sekadar medali emas yang diraih, pencapaian ini menunjukkan bahwa universitas lokal memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional, menghasilkan inovasi yang bermakna, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini menjadi momentum untuk Universitas Mandala Waluya terus meningkatkan kualitas akademik, mendukung lebih banyak inisiatif mahasiswa yang inovatif, dan memposisikan diri sebagai pusat inovasi dan penelitian di kawasan Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan komitmen mahasiswa untuk terus berinovasi, Universitas Mandala Waluya siap menulis sejarah baru dalam lanskap pendidikan tinggi di Indonesia. (SN/Red)