KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) melalui Lembaga Pers Mahasiswa (LPM Lembaga) mengumumkan peluncuran program penelitian inovatif yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan keberlanjutan lingkungan di Sulawesi Tenggara. Inisiatif yang diresmikan pada Rabu, 3 April 2026, ini menandai komitmen institusi dalam mengakselerasi riset yang berorientasi pada pemecahan masalah sosial dan lingkungan secara konkret.
Program penelitian berjudul “Green Innovation Hub Sulawesi Tenggara” ini merupakan hasil kolaborasi lintas fakultas yang melibatkan Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Sains dan Matematika, serta Fakultas Kependidikan. Dengan total alokasi dana sebesar 2,5 miliar rupiah untuk tahun pertama, proyek ini diharapkan dapat menghasilkan minimal sepuluh prototype teknologi ramah lingkungan yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.
Penelitian inovatif ini difokuskan pada tiga bidang utama: teknologi pengolahan limbah laut berbasis teknologi hijau, sistem pertanian berkelanjutan menggunakan IoT (Internet of Things) untuk petani lokal, dan pengembangan material alternatif dari limbah pertanian untuk konstruksi bangunan. Setiap bidang riset akan dipimpin oleh dosen senior yang berpengalaman dengan pendampingan dari minimal lima mahasiswa tingkat lanjut dari berbagai program studi.
“Kami percaya bahwa universitas tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga sebagai inkubator inovasi yang menghasilkan solusi nyata untuk masyarakat,” ujar Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., dalam sambutannya di Gedung Rektorat UMW, Kamis sore lalu. Rektor Suryanto menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi UMW untuk menjadi universitas terkemuka yang berbasis penelitian dan pengabdian masyarakat di tingkat regional pada tahun 2030.
### Latar Belakang dan Urgensi Penelitian
Kawasan Sulawesi Tenggara, khususnya di sekitar Kota Kendari dan pesisir pantai, menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang memerlukan intervensi teknologi inovatif. Tingginya volume limbah plastik laut, penurunan produktivitas pertanian akibat degradasi tanah, serta ketergantungan pada material impor untuk konstruksi menjadi tantangan nyata yang dihadapi masyarakat lokal.
Menurut data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara yang dikutip dalam proposal penelitian, setiap hari diperkirakan 150 ton limbah berakhir di lautan Kendari, dengan sekitar 60 persen merupakan plastik dan material non-terurai lainnya. Sementara itu, ratusan petani di kawasan pedesaan Kabupaten Konawe dan Bombana mengalami penurunan hasil panen hingga 40 persen dalam lima tahun terakhir.
Permasalahan ini menjadi alasan utama mengapa Universitas Mandala Waluya, sebagai institusi akademik terbesar di wilayah Kendari, merasa bertanggung jawab untuk turut berkontribusi melalui penelitian dan inovasi teknologi. “Universitas kami lahir dan tumbuh bersama masyarakat Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu, wajar jika kami mengalokasikan sumber daya signifikan untuk mengatasi masalah-masalah lokal yang urgent,” jelas Prof. Suryanto.
### Tiga Pilar Penelitian dan Metodologi
Penelitian “Green Innovation Hub Sulawesi Tenggara” dirancang dengan mempertimbangkan feasibilitas implementasi dan dampak sosial-ekonomi jangka panjang. Berikut adalah uraian detail ketiga pilar utama penelitian tersebut.
Pertama, Teknologi Pengolahan Limbah Laut Berbasis Ekonomi Sirkular. Dipimpin oleh Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Eng., dari Departemen Teknik Kimia, tim penelitian ini akan mengembangkan sistem filtrasi dan pemisahan limbah plastik laut menggunakan teknologi katalitik yang ramah lingkungan. Sistem ini dirancang untuk dapat memproses hingga 500 kilogram limbah plastik laut per hari dengan biaya operasional yang terjangkau oleh UMKM lokal.
“Kami tidak ingin mengembangkan teknologi yang hanya canggih di atas kertas tetapi tidak dapat diakses oleh masyarakat biasa. Oleh karena itu, desain sistem kami mengutamakan kesederhanaan operasional dan efisiensi biaya,” jelas Dr. Nurhaliza dalam wawancara khusus dengan redaksi LPM Lembaga pada Jumat pagi, 4 April 2026.
Tim Dr. Nurhaliza terdiri dari lima mahasiswa magister dan lima mahasiswa sarjana dari Departemen Teknik Kimia dan Teknik Lingkungan. Mereka akan melakukan riset intensif selama 18 bulan di laboratorium terpadu yang telah disiapkan Universitas Mandala Waluya dengan peralatan senilai 800 juta rupiah.
Kedua, Sistem Pertanian Berkelanjutan Berbasis IoT dan Data Analytics. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Muh. Ridho Pratama, Ph.D., dari Departemen Agroteknologi, dengan fokus mengembangkan sistem monitoring pertanian real-time yang dapat diakses oleh petani melalui aplikasi mobile sederhana. Sistem ini akan mengintegrasikan sensor tanah, cuaca, dan kelembaban untuk memberikan rekomendasi pemupukan dan irigasi yang optimal.
Prof. Pratama menekankan bahwa sistem yang dikembangkan harus kompatibel dengan keterbatasan infrastruktur digital di kawasan pedesaan Sulawesi Tenggara. “Kami telah merancang sistem ini agar dapat berfungsi dengan konektivitas 4G standar, bahkan bekerja secara offline dengan sinkronisasi otomatis ketika koneksi tersedia kembali,” ungkap Prof. Pratama dengan antusias.
Tim ini melibatkan delapan mahasiswa dari Departemen Agroteknologi, Teknik Informatika, dan Statistika. Mereka telah melakukan studi pendahuluan di lima desa percontohan di Kabupaten Konawe, melibatkan 120 petani lokal sebagai pengguna beta. Respons awal sangat positif, dengan 95 persen petani peserta menyatakan kesediaan untuk menggunakan sistem jika harganya terjangkau.
Ketiga, Pengembangan Material Alternatif dari Limbah Pertanian. Penelitian ini dipandu oleh Dr. Ir. Eka Putri Wibisono, M.T., dari Departemen Teknik Sipil, dengan target menghasilkan material bangunan berkualitas dari limbah pertanian seperti tongkol jagung, sekam padi, dan ampas tebu. Material komposit ini diharapkan dapat mengurangi biaya konstruksi hingga 35 persen sambil meningkatkan value added ekonomi petani.
“Limbah pertanian di kawasan ini melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Kami percaya bahwa dengan teknologi pengolahan yang tepat, limbah ini dapat bertransformasi menjadi material konstruksi berkualitas tinggi yang kompetitif dengan bahan baku konvensional,” papar Dr. Putri dalam presentasi proposal penelitian pada forum internal UMW minggu lalu.
Tim penelitian ini terdiri dari tujuh mahasiswa tingkat akhir dan satu peneliti post-doctoral dari universitas partner di Jawa Timur. Mereka telah mengidentifikasi tiga lokasi di Kabupaten Bombana, Konawe Utara, dan Kota Kendari untuk melakukan uji coba produksi skala semi-komersial.
### Partisipasi Mahasiswa dan Pemberdayaan Akademik
Salah satu aspek penting dari program “Green Innovation Hub Sulawesi Tenggara” adalah komitmen terhadap pemberdayaan mahasiswa sebagai peneliti muda. Tidak kurang dari 25 mahasiswa dari berbagai tingkat akan secara aktif terlibat dalam setiap tahap penelitian, mulai dari desain eksperimen, pelaksanaan lapangan, hingga publikasi hasil penelitian.
Universitas Mandala Waluya juga menyediakan beasiswa penelitian senilai 10 juta rupiah per mahasiswa per tahun, yang cukup untuk mensubsidi kebutuhan lapangan dan pengembangan skill penelitian. Selain itu, mahasiswa yang terlibat akan mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan hasil riset mereka di jurnal internasional terindeks dengan biaya publikasi ditanggung oleh universitas.
Mahasiswa tingkat tiga Teknik Kimia, Rizki Pratama, 21 tahun, mengungkapkan antusiasmenya terhadap keterlibatannya dalam proyek penelitian ini. “Saya merasa sangat beruntung bisa langsung terlibat dalam penelitian yang akan memberikan dampak nyata untuk masyarakat. Ini adalah kesempatan emas untuk menerapkan ilmu yang selama ini kami pelajari di kelas,” kata Rizki saat diwawancarai di Laboratorium Teknik Kimia UMW, Jumat siang.
Sementara itu, mahasiswa magister Agroteknologi, Nurul Hidayah, 24 tahun, menambahkan bahwa penelitian ini telah memberikan perspektif baru tentang bagaimana sains dapat secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami bukan hanya belajar bagaimana mengembangkan teknologi, tetapi juga bagaimana berinteraksi dengan stakeholder lokal, memahami kebutuhan mereka, dan memastikan solusi yang kami tawarkan benar-benar bisa diterima dan diimplementasikan,” ungkapnya.
### Dukungan Institusional dan Kemitraan Strategis
Kesuksesan program penelitian inovatif ini tidak lepas dari dukungan penuh dari pimpinan universitas dan kemitraan strategis yang telah dibangun. Universitas Mandala Waluya telah menjalin kerja sama dengan beberapa institusi terkemuka, termasuk Universitas Hasanuddin, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, dan sejumlah UMKM lokal.
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UMW, Prof. Dr. Suci Rahmadani, M.Sc., menjelaskan bahwa universitas telah mengalokasikan 15 persen dari total anggaran operasional untuk mendukung penelitian dengan fokus pada inovasi dan aplikasi praktis. “Paradigma universitas modern adalah bahwa penelitian harus menghasilkan knowledge yang tidak hanya memperkaya literatur akademik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” terang Prof. Rahmadani dalam diskusi panel yang diselenggarakan oleh LPM Lembaga pada Selasa pagi.
Kemitraan dengan BRIN, menurut Prof. Rahmadani, akan memberikan akses kepada mahasiswa dan dosen UMW untuk menggunakan fasilitas penelitian berstandar nasional dan mendapatkan mentoring dari peneliti senior BRIN. Sementara kerjasama dengan Dinas Pertanian memastikan bahwa penelitian pertanian yang dilakukan akan sejalan dengan kebijakan dan prioritas pembangunan pertanian daerah.
“Kami juga sedang dalam proses negosiasi dengan tiga perusahaan multinasional yang bergerak di sektor energi terbarukan dan material ramah lingkungan untuk menjadi mitra industri dalam mengkomersialisasikan hasil-hasil penelitian kami,” ungkap Prof. Rahmadani dengan optimis.
### Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Kepala LPM Lembaga Universitas Mandala Waluya, Fitra Jayadi, S.H., menyatakan bahwa program penelitian ini adalah bukti nyata komitmen universitas untuk menjadi agent of change dalam pembangunan berkelanjutan regional. “LPM Lembaga bertugas untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan aktivitas penelitian ini kepada masyarakat luas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang,” jelasnya.
Jangka panjang, universitas menargetkan agar minimal dua dari tiga penelitian ini dapat ditransformasi menjadi startup teknologi yang menguntungkan secara finansial sambil tetap menjunjung tinggi nilai sosial dan lingkungan. Target lain adalah meningkatkan publikasi penelitian UMW di jurnal internasional dari rata-rata 12 artikel per tahun menjadi 50 artikel per tahun dalam lima tahun ke depan.
Direktur Pusat Inovasi dan Entrepreneurship UMW, Dr. Bambang Wijaya, S.E., M.B.A., menambahkan bahwa universitas juga akan membuka inkubator bisnis khusus untuk mendukung mahasiswa yang tertarik untuk mengkomersialkan hasil penelitian mereka. “Kami akan menyediakan pendanaan awal, mentoring bisnis, dan akses ke jaringan investor untuk mendukung perjalanan entrepreneurial mahasiswa kami,” ujar Dr. Wijaya penuh harap.
### Penutup
Program “Green Innovation Hub Sulawesi Tenggara” yang diluncurkan oleh Universitas Mandala Waluya ini merupakan milestone penting dalam perjalanan UMW menuju institusi berbasis penelitian yang bermakna sosial. Dengan melibatkan dosen berpengalaman, mahasiswa berbakat, dan dukungan institusional yang kuat, program ini memiliki potensi tinggi untuk menghasilkan inovasi yang mengubah permukaan kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Ke depannya, universitas optimis bahwa inisiatif ini akan menginspirasi institusi pendidikan lainnya di region untuk mengembangkan program penelitian serupa yang berfokus pada pemecahan masalah lokal dengan metode ilmiah yang ketat dan inovasi teknologi terkini.
Seiring dengan peluncuran formal program ini, Universitas Mandala Waluya juga membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa dari institusi lain yang tertarik untuk berkolaborasi. Pendaftaran peserta penelitian sudah dibuka dan akan ditutup pada 30 April 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui website resmi UMW atau dengan menghubungi sekretariat Green Innovation Hub di ruang 201, Gedung Pascasarjana Universitas Mandala Waluya.
Dengan semangat inovasi dan dedikasi terhadap keberl