KENDARI – Universitas Mandala Waluya kembali menghadirkan momentum berharga bagi mahasiswanya melalui penyelenggaraan Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang meriah. Acara yang dikoordinasikan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lembaga berhasil menghadirkan lebih dari 1.500 peserta dari berbagai program studi dan menghadirkan puluhan cabang olahraga serta seni pertunjukan tradisional dan modern.
Berlangsung selama lima hari mulai dari 25 hingga 29 Maret 2026, festival ini mencakup kompetisi olahraga mulai dari futsal, bola voli, bola basket, hingga catur, sekaligus menampilkan pertunjukan seni berupa tari tradisional Sulawesi Tenggara, musik modern, teater, dan pameran karya seni visual. Antusiasme mahasiswa tercermin dari tingginya tingkat partisipasi yang melampaui target awal panitia.
“Kami sangat terkesan dengan semangat mahasiswa Universitas Mandala Waluya dalam memeriahkan festival tahun ini. Ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga wadah untuk menunjukkan potensi akademik dan kreatif mereka,” ujar Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam sambutan pembukaan festival yang diselenggarakan di Lapangan Olahraga Utama Kampus, Senin (25/3/2026).
Latar Belakang Penyelenggaraan Festival
Inisiatif penyelenggaraan Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa menjadi komitmen Universitas Mandala Waluya untuk mengembangkan potensi mahasiswa di luar bidang akademik. Dalam visi institusional kampus, pengembangan soft skill, kreativitas, dan kesejahteraan mental mahasiswa merupakan aspek krusial yang saling melengkapi dengan penguasaan ilmu pengetahuan.
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lembaga, sebagai lembaga kemahasiswaan yang menangani pemberitaan dan dokumentasi kampus, menganggap festival ini sebagai peluang emas untuk mempromosikan kehidupan kampus yang dinamis sekaligus memberikan platform bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
“Sejak awal tahun 2026, kami telah merencanakan festival ini dengan matang. Tim kami melakukan survei kebutuhan mahasiswa, koordinasi dengan berbagai unit di kampus, dan persiapan administratif yang komprehensif,” jelas Siti Nurhaliza, Ketua LPM Lembaga, dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis kampus pada 20 Maret 2026.
Universitas Mandala Waluya, yang berlokasi strategis di kota Kendari, Sulawesi Tenggara, telah dikenal sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan kompetensi soft skill mahasiswa. Festival seni dan olahraga ini menjadi salah satu medium utama untuk mewujudkan visi tersebut.
Rangkaian Kegiatan yang Meriah dan Variatif
Festival dimulai dengan upacara pembukaan yang meriah dengan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan ribuan mahasiswa. Acara pembukaan menampilkan atraksi seni tradisional Sulawesi Tenggara, termasuk tari Balumpa yang menawan dan pertunjukan musik tradisional yang memukau para hadirin.
Dalam aspek olahraga, festival menghadirkan 15 cabang pertandingan yang mencakup olahraga populer maupun niche. Kompetisi futsal menjadi yang terdepan dengan 32 tim yang berasal dari berbagai fakultas bersaing dengan sengit untuk meraih gelar juara. Pertandingan bola voli juga tidak kalah meriah dengan antusiasme penonton yang luar biasa tinggi, terutama ketika final putra dan putri berlangsung pada hari keempat festival.
“Kami ingin semua mahasiswa merasa dilibatkan dalam festival ini, baik sebagai peserta kompetisi, penonton, maupun tim panitia. Oleh karena itu, kami menawarkan berbagai cabang olahraga dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, mulai dari kompetisi serius hingga permainan rekreasional,” jelas Hendra Wijaya, Ketua Panitia Bidang Olahraga, sambil memantau pertandingan bola basket pada Rabu (26/3/2026).
Sementara itu, dalam kategori seni dan budaya, festival menyelenggarakan kompetisi yang mencakup tari tradisional, tari kontemporer, vocal solo, vokal grup, teater, sinematografi, dan pameran karya seni rupa. Panggung utama festival menjadi pusat perhatian dengan pertunjukan-pertunjukan yang berkualitas tinggi dan menampilkan kreativitas mahasiswa yang luar biasa.
Salah satu momen puncak adalah penampilan teater modern “Mimpi di Tengah Realitas” yang diproduksi oleh Teater Studio Mandala, kelompok seni teater mahasiswa yang telah berkali-kali memenangkan kompetisi tingkat nasional. Drama 45 menit ini mengangkat tema tentang perjuangan mahasiswa menghadapi tantangan akademik dan sosial dengan sentuhan humor yang menyegarkan.
“Teater ini adalah representasi dari pengalaman nyata mahasiswa di kampus. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya makhluk akademis, tetapi juga manusia dengan berbagai emosi dan aspirasi,” ungkap Dina Kusumawati, sutradara sekaligus mahasiswa program studi Pendidikan Seni Rupa, seusai pertunjukan teater pada Kamis (27/3/2026).
Apresiasi dari Pimpinan Universitas
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mandala Waluya tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan pengembangan diri. “Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keterampilan interpersonal, kreativitas, dan kepemimpinan yang kuat. Festival seperti ini adalah inkubator bagi pengembangan kompetensi tersebut,” kata Dr. Ir. Bambang Sutrisno.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Sinta Maharani, M.Pd., juga menambahkan perspektif penting tentang pentingnya organisasi mahasiswa dalam mengelola kegiatan berskala besar. “LPM Lembaga dan organisasi mahasiswa lainnya telah menunjukkan kemampuan manajerial yang impressive dalam mengorganisir festival ini. Ini adalah pembelajaran praktis tentang kepemimpinan, manajemen proyek, dan teamwork yang tidak bisa didapatkan hanya dari bangku kuliah,” jelas Dr. Sinta dalam kesempatan terpisah.
Dampak Positif bagi Mahasiswa dan Institusi
Penyelenggaraan festival seni dan olahraga mahasiswa memberikan dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa dan institusi universitas. Pertama, festival ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi bakat dan minat mereka di bidang seni dan olahraga, yang mungkin selama ini tersembunyi karena fokus pada tugas akademik.
Kedua, festival menciptakan sense of community yang kuat di antara mahasiswa dari berbagai program studi. Dalam kegiatan sehari-hari, mahasiswa sering terisolasi dalam “bubble” program studi mereka masing-masing. Festival ini menjadi kesempatan untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan saling mengenal secara lebih mendalam.
Ketiga, festival memberikan platform bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan organisasi dan manajemen. Para panitia festival telah belajar berbagai aspek penting, mulai dari perencanaan, koordinasi, pengelolaan sumber daya, hingga evaluasi kegiatan.
Keempat, dari perspektif institusional, penyelenggaraan festival yang sukses meningkatkan reputasi universitas sebagai institusi yang peduli dengan pengembangan holistik mahasiswa. Ini juga memperkuat brand positioning Universitas Mandala Waluya sebagai kampus yang dinamis dan progresif.
“Dalam survei kepuasan mahasiswa yang kami lakukan sebelum festival, 87 persen mahasiswa menyatakan dukung penuh terhadap penyelenggaraan festival ini. Ini menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan oleh komunitas mahasiswa,” papar Siti Nurhaliza, Ketua LPM Lembaga.
Kolaborasi dengan Unit dan Organisasi Lainnya
Kesuksesan festival tidak terlepas dari kolaborasi solid antara berbagai unit dan organisasi di kampus. Selain LPM Lembaga sebagai penyelenggara utama, festival juga melibatkan Dewan Mahasiswa, berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga dan seni, Rektorat, dan Dekanat dari masing-masing fakultas.
“Kami berbicara dengan minimal 25 organisasi mahasiswa dalam proses persiapan festival ini. Setiap organisasi memiliki peran penting, baik sebagai peserta, peserta panitia, maupun supporter,” ungkap Hendra Wijaya, Ketua Panitia.
Dukungan logistik dari rektorat juga sangat krusial. Penyediaan lapangan, fasilitas olahraga, tenda, soundsystem, dan berbagai infrastruktur lainnya memerlukan koordinasi intensif antara panitia dengan bagian administrasi universitas.
Tantangan dan Pembelajaran
Meskipun festival berjalan dengan sukses, panitia juga menghadapi berbagai tantangan dalam prosesnya. Salah satunya adalah koordinasi dengan begitu banyak pihak yang memiliki kepentingan berbeda-beda. Selain itu, isu cuaca juga sempat menjadi kekhawatiran, mengingat musim penghujan masih berlangsung di Kendari pada akhir Maret.
“Kami harus membuat contingency plan untuk antisipasi berbagai skenario. Untungnya, cuaca berpihak kepada kami dan sebagian besar acara berjalan sesuai jadwal,” jelas Dani Pratama, Ketua Bidang Logistik dan Akomodasi.
Dari sisi finansial, festival juga menuntut pengelolaan anggaran yang ketat. Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan berbagai fasilitas yang harus disediakan, panitia harus kreatif dalam mencari sumber pendanaan, mulai dari alokasi dana mahasiswa, sponsor dari organisasi eksternal, hingga kontribusi dari berbagai unit universitas.
Penghargaan dan Prestasi
Festival 2026 juga menghasilkan berbagai prestasi yang patut dibanggakan. Dalam kompetisi olahraga, Fakultas Teknik berhasil meraih juara umum kategori olahraga dengan koleksi medali emas tertinggi. Sementara dalam kategori seni, Fakultas Ilmu Pendidikan meraih prestasi gemilang dengan memenangkan tiga kategori utama.
Penghargaan khusus juga diberikan kepada individu dan kelompok yang menunjukkan dedikasi dan kreativitas luar biasa. Salah satunya adalah penghargaan “Atlet Terbaik” yang diberikan kepada Reza Gunawan, mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani, yang menunjukkan performa konsisten di berbagai cabang olahraga.
Harapan untuk Masa Depan
Kesuksesan festival 2026 membuka peluang untuk pengembangan kegiatan serupa di masa depan. Beberapa ide yang muncul dari diskusi panitia termasuk perluasan skala festival, kolaborasi dengan universitas lain, dan integrasi lebih dalam dengan kurikulum akademik.
“Kami ingin festival ini bukan hanya sekadar acara tahunan yang meriah, tetapi benar-benar menjadi bagian integral dari pengalaman akademik mahasiswa di Universitas Mandala Waluya,” ungkap Dr. Sinta Maharani.
Sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang, Universitas Mandala Waluya kini memiliki bukti konkret bahwa mahasiswanya memiliki potensi yang luar biasa, baik dalam ranah akademik maupun non-akademik. Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 adalah testimoni nyata dari komitmen universitas untuk mengembangkan generasi muda yang komprehensif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Penutup
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lembaga Universitas Mandala Waluya telah berhasil menciptakan momentum positif bagi pengembangan mahasiswa di luar kelas. Dengan lebih dari 1.500 peserta, 15 cabang olahraga, dan berbagai kategori seni, festival ini menunjukkan bahwa Universitas Mandala Waluya adalah kampus yang dinamis dan progresif.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dedikasi panitia, dukungan pimpinan universitas, dan semangat mahasiswa untuk berkontribusi dalam menciptakan pengalaman kampus yang bermakna. Ke depannya, diharapkan festival ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi seluruh komunitas akademik Universitas Mandala Waluya di Kendari.
—
Penulis: Tim Jurnalis Kampus
Tanggal: 31 Maret 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara