Kendari — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lembaga Universitas Mandala Waluya (UMW) menggelar rangkaian kegiatan akademik berskala besar yang mencakup seminar, webinar, dan kuliah umum pada Senin, 7 April 2026. Acara yang mengusung tema “Transformasi Digital dan Literasi Media di Era Milenial” ini menghadirkan berbagai narasumber profesional dari industri media massa, akademisi, dan praktisi komunikasi digital terkemuka.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari di Auditorium Utama Kampus UMW Kendari tersebut merupakan bagian dari program pengembangan sumber daya mahasiswa yang dilaksanakan secara periodik oleh lembaga kemahasiswaan berbasis jurnalistik tertua di kampus ini. Dengan menghadirkan puluhan pembicara dan ribuan peserta dari berbagai fakultas, LPM Lembaga berupaya memberikan pengetahuan praktis tentang dunia jurnalisme, media digital, dan strategi komunikasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
LPM Lembaga Universitas Mandala Waluya merupakan organisasi jurnalistik mahasiswa yang telah berkontribusi aktif dalam mengembangkan kemampuan menulis, liputan, dan publikasi di lingkungan kampus sejak didirikan pada tahun 1998. Organisasi ini tidak hanya mengelola media publikasi kampus, tetapi juga menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa yang tertarik menggeluti bidang jurnalisme dan komunikasi.
Menurut catatan kegiatan yang diperoleh, rangkaian seminar dan webinar kali ini dirancang khusus untuk merespons dinamika industri media yang terus berubah seiring berkembangnya teknologi digital. Para penyelenggara melihat perlunya mahasiswa, khususnya di Universitas Mandala Waluya, memahami tren terkini dalam produksi konten, manajemen media sosial, hingga etika jurnalisme digital yang semakin kompleks.
“Kami melihat bahwa mahasiswa saat ini perlu dibekali tidak hanya keterampilan jurnalisme tradisional, tetapi juga pemahaman mendalam tentang ekosistem media digital yang sangat dinamis. Oleh karena itu, LPM Lembaga merancang kegiatan ini dengan melibatkan praktisi langsung dari industri,” jelas Rina Handayani, Ketua LPM Lembaga UMW, dalam wawancara khusus pada hari Minggu, 6 April 2026.
Pelaksanaan Seminar dan Webinar
Kegiatan pada tanggal 7 April 2026 dimulai sejak pukul 08.00 WITA dengan pembukaan resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Hendra Supriatna, M.Si. Dalam sambutannya, Wakil Rektor menekankan pentingnya mahasiswa memiliki wawasan luas tentang perkembangan media dan komunikasi.
“Dalam menghadapi era transformasi digital ini, setiap mahasiswa, terutama mereka yang berkecimpung di bidang komunikasi dan jurnalisme, harus memahami cara kerja media modern. Tidak cukup hanya menulis, tetapi juga memahami algoritma, strategi konten, dan bagaimana membangun kredibilitas di dunia digital,” ujar Dr. Hendra Supriatna dalam sambutannya.
Rangkaian kegiatan tersebut terdiri dari tiga segmen utama. Pertama, seminar “Jurnalisme Digital dan Transformasi Media Tradisional” yang menghadirkan Budi Hartoyo, seorang editor senior dari salah satu media massa nasional terkemuka yang berbasis di Jakarta. Dalam sesinya, Hartoyo membagikan pengalaman puluhan tahun di industri media massa dan bagaimana peralihan dari media tradisional ke digital mengubah cara kerja jurnalis modern.
“Jika dulu seorang jurnalis hanya fokus pada penulisan berita dan deadline cetak, kini seorang jurnalis digital harus mampu menguasai berbagai platform sekaligus. Mereka harus bisa menulis untuk web, membuat konten video, podcast, hingga visual interaktif. Kecepatan dan akurasi tetap menjadi prioritas, namun engagement dengan audiens juga sangat penting,” papar Hartoyo kepada ratusan mahasiswa yang hadir di auditorium.
Segmen kedua adalah webinar bertajuk “Strategi Content Marketing dan Personal Branding di Media Sosial” yang menampilkan Siska Mardiana, seorang content creator dan digital strategist yang memiliki pengalaman bekerja dengan berbagai brand ternama. Webinar ini dihadiri tidak hanya oleh mahasiswa UMW yang hadir langsung, tetapi juga ribuan peserta dari universitas lain di seluruh Indonesia yang mengikuti melalui platform Zoom dan live streaming di media sosial.
“Personal branding bukan hanya tentang followers atau likes. Ini tentang bagaimana Anda membangun kepercayaan dan memberikan nilai kepada audiens Anda. Sebagai mahasiswa, Anda bisa mulai membangun brand pribadi Anda sejak sekarang melalui konten yang konsisten, autentik, dan berkualitas,” jelas Siska dalam sesi tanya jawab interaktif.
Segmen ketiga adalah kuliah umum yang menghadirkan Dr. Bambang Sutrisno, M.A., seorang profesor dan pakar komunikasi dari Universitas Indonesia yang menjadi pemerhati isu literasi media dan misinformasi di Indonesia. Dalam kuliahnya yang berdurasi dua jam, Dr. Sutrisno menguraikan tantangan serius yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam menghadapi fenomena berita palsu dan polarisasi di media sosial.
“Literasi media bukanlah tanggung jawab hanya dari institusi pendidikan atau media massa. Ini adalah tanggung jawab bersama. Setiap individu, terutama yang paham media seperti kalian, harus menjadi agent of change dalam menyebarkan informasi yang akurat dan memfilter misinformasi yang beredar,” tutur Dr. Bambang Sutrisno dengan penuh penekanan.
Partisipasi dan Antusiasme Mahasiswa
Kehadiran ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Mandala Waluya menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan ini. Tidak hanya mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Jurnalisme, tetapi juga mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Teknologi Informasi, hingga Teknik hadir untuk memperluas wawasan mereka tentang media dan komunikasi digital.
Desa Khaira Utami, seorang mahasiswa semester enam dari Fakultas Ilmu Komunikasi, mengungkapkan kepuasannya terhadap kegiatan ini. “Saya sangat terkesan dengan materi-materi yang disampaikan hari ini. Terutama sesi tentang content marketing dari Mbak Siska yang sangat praktis dan applicable. Saya jadi lebih paham bagaimana cara membangun konten yang engaging di media sosial dan bagaimana cara monetisasinya,” ujar Desa dengan antusias.
Senada dengan itu, Rendra Pratama, mahasiswa semester empat dari Fakultas Teknologi Informasi, juga memberikan testimoni positif. “Saya sebenarnya bukan dari latar belakang komunikasi, tapi saya tertarik belajar tentang bagaimana algoritma media sosial bekerja dan bagaimana jurnalis memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan jangkauan berita mereka. Sangat informatif,” tambah Rendra.
Dampak dan Kontribusi bagi Pengembangan Kampus
Kegiatan yang diselenggarakan oleh LPM Lembaga ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa Universitas Mandala Waluya, khususnya dalam bidang komunikasi dan jurnalisme. Dengan menghadirkan praktisi dan akademisi dari tingkat nasional, kegiatan ini menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman dan pengetahuan mereka.
Dr. Hendra Supriatna, dalam pernyataannya yang lebih lanjut, mengapresiasi upaya LPM Lembaga dalam menyelenggarakan kegiatan berkualitas tinggi. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga relevansi pendidikan kami dengan kebutuhan industri. Kami bangga bahwa UMW memiliki organisasi mahasiswa yang proaktif dan inovatif seperti LPM Lembaga. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan serupa di masa depan,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Universitas Mandala Waluya dalam mengembangkan ekosistem akademik yang dinamis dan responsif terhadap perubahan industri. Keterlibatan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dalam seminar dan webinar menunjukkan bahwa literasi media dan komunikasi digital merupakan kompetensi yang penting untuk semua kalangan, bukan hanya mereka yang bekerja di industri media.
Rencana Berkelanjutan
Rina Handayani, Ketua LPM Lembaga, mengungkapkan rencana untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa dengan frekuensi yang lebih tinggi. “Kami ingin menjadikan seminar dan webinar ini sebagai kegiatan rutin yang diadakan setiap kuartal dengan topik-topik yang berbeda. Kami juga sedang mengembangkan workshop intensif untuk mahasiswa yang ingin memperdalam keterampilan jurnalisme digital,” jelas Rina.
Organisasi ini juga bermitra dengan berbagai media massa lokal dan nasional untuk memberikan kesempatan magang dan publikasi bagi mahasiswa yang aktif di LPM Lembaga. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka peluang karir bagi lulusan Universitas Mandala Waluya di industri media dan komunikasi.
Penutup
Rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh LPM Lembaga Universitas Mandala Waluya pada 7 April 2026 merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa sesuai dengan dinamika industri global. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga wawasan praktis tentang bagaimana bekerja di industri media dan komunikasi modern.
Dengan menghadirkan praktisi dan akademisi terkemuka, UMW telah memberikan platform yang berharga bagi mahasiswanya untuk belajar, berdiskusi, dan membangun jaringan profesional. Semangat LPM Lembaga dalam mengorganisir kegiatan ini patut diapresiasi, dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya di kampus ini untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pengembangan akademik.
Ke depannya, diharapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga mahasiswa Universitas Mandala Waluya semakin siap bersaing di era transformasi digital dan menjadi profesional media yang kompetitif dan beretika.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung dan wawancara dengan narasumber pada acara yang diselenggarakan oleh LPM Lembaga Universitas Mandala Waluya pada 7 April 2026 di Kendari.